Peduli Masyarakyat Krayan

Agustus 21, 2009 at 1:35 pm (Uncategorized)

Peduli Masyarakyat Krayan
Suatu hari saya bertemu dengan seorang anak sebut saja Jujo, saya berkenalan dan sempat ngobrol cukup lama dengan dia, Jujo adalah anak dari seorang petani padi di krayan, perbatasan antara Indonesia dan Malasya, Jujo baru saja menerima penghargaan sebagai motivator muda di sebuah universitas di malasya dengan artikel pertamanya “Don’t Try to Cry” yang berisi tentang motivasi-motivasi untuk lebih menghargai hidup dan selalu bersyukur.
Sampai suatu waktu saya pergi ke krayan dan banyak sekali hal-hal yang membuat saya terharu dan termotivasi, diantaranya semangat para penduduk untuk selalu berkarya dan berusaha.Saudaraku sampai sekarang penduduk krayan belum bisa menikmati listrik ataupun jaringan telepon, apalagi internet, jalan-jalan mereka pun masih jalan setapak dan mereka ga punya kenderaan, untuk mendapatkan uang mereka harus menjual hasil tanah mereka ke malasya dengan berjalan kaki sejauh 20 km, bisa saudaraku bayangkan, padahal sudah 64 tahun kita merdeka akan tetapi masih cukup banyak masyarakyat yang belum bisa menikmati kemerdekaan itu, dimanakah janji- janji pemerintah kita yang sudah 64 tahun belum terwujud juga??? Apakah kemerdekaan itu hanya untuk orang-orang tertentu saja????
Alangkah mulianya jika hati pemerintah kita sedikit tersentuh untuk orang-orang yang belum bisa menikmati kemerdekaan itu.
Suatu hari aku berkunjung ke satu rumah penduduk sebut saja pak coki, kami sempat cerita-certa tentang pemilu 2009 ini,Saudaraku ternyata mereka juga ikut serta dalam mensukseskan pemilu dengan memberikan suaranya.Sempat saya tanyakan kepada pak coki, Apakah ada perubahan yang mereka dapat nikmati selama pergantian presiden???dengan menarik nafas pak coki menjawab bahwa sebagai warga Negara yang baik kita harus tetap menyumbang suara kita.Saudaraku jawabannya sungguh membuat saya terdiam.Saudaraku ternyata di krayan mata uang yang dipakai adalah ringgit mata uang rupiah dipakai minimal pecahan 10 ribu rupiah, sungguh mengesankan saudaraku, krayan adalah Negara Indonesia tetapi mata uang yang dipakai adalah ringgit, mata uang malasya.memang tak bisa dipungkiri kehidupan masyarakyat di krayan sangat bergantung kepada Negara malasya mulai dari fasilitas, kebutuhan pokok dan pendidikan, maka tidak heran jika ada masyarakyat krayan yang memilih untuk menjadi warga Negara malasya di banding Indonesia.
Saudaraku, memang terkadang dalam hidup ini kita terlalu sering mengeluh,padahal kita sudah punya semuanya, hanya saja kita tidak pernah merasa puas dan kita ga bisa untuk selalu bersyukur.Dengan terpilihnya presiden kita yang baru semoga Negara kita semakin maju, semakin jaya dan bebas dari teroris…
“Guys no mercy for terrorist”
“Indonesia we will not go down”

By : Jusman Sitohang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: